Pusing, begitu banyak ide yang bertubi-tubi memenuhi isi kepala sehingga susah menuangkannya dalam sebuah tulisan. Akhirnya setelah memutar otak 45 derajat ke kiri dan 93 derajat ke utara, ketemu juga caranya. Yah, disusun dengan naratif saja, usul ide imajiner mencoba menengahi. Akhirnya kucoba memberanikan diri menulis dari penempatan ruang dan waktu.
Dimulai ketika kami rombongan “Tim Kondangan BPK RI” melawat ke tempat sahabat di pelabuhan cinta kota kendal. Sebuah upacara sakral yang menjadi tanda bersatunya dua insan akan digelar disana. Tanpa dibuatkan SK Sekjen, anak-anak (STANBPK 2006) segera membentuk “Tim Kondangan BPK RI” yang tugas utamanya adalah membuat onar semarak upacara sakaral ini. Tim ini diketuai oleh siMbah (bayu) dengan seksi ribut Agus (Irwas). Dengan beriring lantunan tembang lawas Broery dan sesekali diselingi lagu yang sedang nge-beat, “kucing garong”, rombongan diberangkatkan dari Markas Besar BPK RI jam 9 malam. Pagi belum menyingsing benar ketika kami melewati alas roban dan bersiap memasuki kota kendal. Bus berhanti di pom bensin untuk istirahat, sholat shubuh sekaligus memberi kesempatan anak-anak untuk mandi, gosok gigi dan melaksanakan ritual lainnya.
Akhirnya di awal dhuha, kami tiba disana. Di rumah idaman. Berhias jas sederhana dan peci hitam, sang pangeran Nala Krida Hestitama bersiap mengucap syair suci yang sakral. Dalam bahasa arab yang fasih akad nikah dilakukan diiringi doa dan haru biru perasaan kami. Yang lebih membuat haru biru adalah doa dari penghulu yang seakan memberi wejangan terhadap dimulainya babak baru kehidupan sahabat kami tersebut. Selamat buat kalian berdua, Nala Krida Hesthitama dan Wakhidatun Nisak.
Nah acara yang ditunggu-tunggu (kami) akhirnya dimulai beriringan selesainya upacara yang sakral tadi, walimahan… Ya, akhirnya kami memang membuat onar pas acara walimahan, Hidangan yang tersedia di meja prasmanan tanpa ba bi bu kami serbu. Ya, kesalahan besar mengundang anak STANBPK makan-makan, apalagi prasmanan. Ada yang nambah-nambah terus, ada juga yang sok cool ngambil es buah lagi.wakakak. Yang pasti ini menjadi perjalanan cinta yang mengagumkan. Selamat….
Bersambung…….
7 Mei 2007 at 09:28
ada yang kena wabah juga.. kasian sih.
ada yang nyuri tebu juga…
ada yang ngambil es buahnya lebih dari tiga kali… hayo ngaku
7 Mei 2007 at 09:37
yo…siapa lagi yg mo nyusul nala ma nisa’????piye zuki??????katanya temen2 ngincer anak bpk jg???ha2x…
7 Mei 2007 at 09:39
tak sobek-sobek m***** nanti!!!!
8 Mei 2007 at 04:22
Lho koq aku tho Her. Ntar kamu ngiri. Kamu aja duluan. Aku nyari aja dulu. Kalo udah dapat, ntar ta kasih tau. Oke Pak Inspektur. He..he.. Tak Sobek-sobek lho m**** kamu nanti (dengan nada yang sesuai)!!!
8 Mei 2007 at 12:31
mari kita nyanyikan bersama (pake nada iklan scott emulsion)
TAK SOBEK-SOBEK MULUTMU NANTIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII
9 Mei 2007 at 01:12
versi lain (sudut pandang gw pribadi)
from this story….
bisa diliat di blog gw…
itung2 promosi..hehehehe…
5 Februari 2009 at 15:46
Kang FSq Qm Aad ZO!!!!!