Tak ada kawan abadi, tak ada teman sejati, yang ada cuma kepentingan!!
Saya sudah lama mendengar ungkapan ini, tapi baru akhir-akhir ini mengerti sedikit artinya..
Pemahaman saya singkat saja, “Manusia sejatinya tidak bisa dipercaya, kecuali ketika mereka sudah mati”
Oleh karena itu, jangan terlalu berharap pada manusia, jangan terlalu percaya pada komitmen yang disampaikan dengan kata-kata manis…
Persahabatan dan solidaritas cuma ada di buku cerita..
Harus saya akui, saat ini saya berada pada tingkat paling pesimis dalam mempercayai orang lain.
Saat ini saya mulai setuju dengan pendapat di kampung saya, bahwa tiada kawan yang lebih sejati, tiada teman yang lebih bisa dipercaya, selain UANG!!
Dia kawan paling solider!!
Meskipun begitu, saya masih berharap tetap ada manusia yang bisa dipercayai, manusia yang bisa saya jadikan kawan..
(Dodi I)
4 November 2007 at 02:52
Dodi kenapa ni. Kenapa ga ditulis sekalian latar belakang nulis yang kaya gini.
Aku setuju dengan asumsi tidak ada manusia yang dapat dipercaya tapi saya lebih suka untuk belajar mempercayai dan menjaga kepercayaan orang lain.
9 November 2007 at 06:46
masih (sahabatku)..
kalian semua, keluarga stanbpk…
12 November 2007 at 04:27
masih ada dod…
kalo ternyata kamu nemuin “teman” dan ternyata dia ga bisa dipercaya berarti dia bukan teman, gitu bukan???
aku tetep percaya arti teman, dan aku tetep percaya bahwa masih ada orang yang bisa dipercaya. kalo ada yang ga bisa dipercaya ya itu oknum namanya, tapi kalo oknumnya banyak banget ya itu namanya komplotan… hehehe…
piss dod…
13 November 2007 at 09:31
Admin sepakat ma asil, poko’e setuju banget….
ya, teman yang paling solider itu memang uang tapi uang itu harus ditebus dengan keringat.. dan akhirnya dia nggak ikut dibawa masuk ke kubur kita jadi solidernya terbatas.. ah.. embuh lah.. yang jelas kita semua masih satu keluarga, wajar kalo kadang ada masalah, a love you all.. my bro and sist
@ asil : kalo asil dan kawan-kawan namanya gerombolan, betul sil???
14 November 2007 at 01:22
Di stanbpk 06 emang ga ada yang namanya kawan dod, ada juga Shabat BPK, yang “pandir”, sedikit “pongah”, dan kalau berjalan dada selalu “membuncah”. Mereka juga senang menggelontorkan isu2 baru yang membuat orang lain “termehe-mehe” abis itu sok belaga “pilon” deh
16 November 2007 at 03:37
Betul itu, sahabat BPK emang selalu exist.
tapi lagi-lagi uang…
uang bikin orang mabuk kepayang kata ahmad albar di tahun 80-an.
tapi Anda salah sahabat DODI….
sekarang sahabat sejati itu adalah ATM yang banyak isinya
1. Ketika kita tidak tahu arah dan tersesat dalam hiruk pikuk kota yang penuh garong dan pencopet, kita pasti masih bisa pulang kalo ada ATM. Tinggal esek-esek keluar deh… Tinggal STOP taxi kemanapun Anda mau tinggal memejamkan mata. Ting….
2. Ketika Anda dilecehkan seorang wanita cantik dengan pipi yang bersemu merah jambu. Anda bisa melecehkan seribu wanita lain yang tak kalah seksi. Tinggal esek-esek, boleh dong esek-esek lagi.
3 Inti sari dari semua itu, ATM praktis, ekonomis dan membuat kita apatis. Jadi jangan kau anggap hati bisa dibeli dengan uang apalagi digesek dengan kartu ATM (tapi kalo digesek dengan hati pasti OK).
Setelah cukup lama melanglang buana, memang semua hal didunia bisa kudapat dengan berusaha dan berdoa. Namun khusus untuk mencari hati Aku hanya bisa berharap tanpa bisa berusaha dan berdoa sedikitpun, karena hati tidak bisa dibeli.. Titik
16 November 2007 at 03:39
Maaf saya memang keliru..
Benar kata :
1. Asil dan si Admin : emang selalu ada oknum..
2. Si Doel : emang gak ada istilah kawan, yang ada sahabat… Saya salah besar soal ini. Maafin ya Doel..
3. Pemuda Gila Dunia: emang bukan uang lagi yang ngetren sekarang, tapi ATM.. Harusnya saya nulis “selain ATM dan Taxi!!
Kamu gila beneran..
22 November 2007 at 09:38
Aku setuju dengan dodi dalam konteks keluarga besar STAN BPK ‘06
Tapi karena aku masih punya banyak temen dari keluarga besar Smunsa Binjai ‘03 jd aku msh percaya yg namanya teman sejati.
23 November 2007 at 16:28
@ stanbpk : ga lah…
27 November 2007 at 01:21
teman? sahabat? keluarga besar? jika menggunakan konteks kata2 tersebut di stanbpk 06 it just sounds like a major bullshit…
28 November 2007 at 07:48
teman? sahabat? keluarga besar? ya iyalah!
miss u all……
29 November 2007 at 06:29
We e e e
Ada apa ini kok tambah aneh saja!
Para sahabat mbok yang rukun!
Contohlah Pak Rusdi yang nggak pernah bohonG!
Tul Mbah Darmo!
29 November 2007 at 09:22
@wulan : maaf kalo terkesan sok tahu, tapi yang jelas saya ga setuju dengan pendapat anda. saya yakin di stanbpk06 masih ada yang anda bisa jadikan sahabat. masak dari 59 orang (60 orang dikurangi anda sendiri) itu bull***t semua. saya sendiri ga begitu tau tau keadaan di kantor seperti apa, yang saya tahu ampe sekarang saya belum dapet gaji pokok, satu angkatan stanbpk06 kayaknya saya yang paling miskin, saya ketinggalan banyak info, tapi menurut saya itu bukan hal yang pantas sebagai alasan memutuskan hubungan diantara kita (kalo pernah ada) ^_^
4 Desember 2007 at 09:49
Gini aja…
Berkawan gak mesti harus sependapat mulu donk,
Sebaliknya gak sependapat juga bukan berarti jadi musuh..
5 Desember 2007 at 09:20
Yasudahlah, aku paling seneng dengan kata2 “Hidup adalah pilihan”. Jadi ya terserah kita mau nganggap satu orang sebagai sahabat n yg laen sebagai teman saja.
Tapi ya kalau memang dia menganggap 59 orang yg lain bukan sahabatnya yah mau dibilang apa lagi. Masa’ perasaan hrs dipaksain.
6 Desember 2007 at 01:13
@ Staff Kalan Manado yang masigh sedikit brengsek (We’e'e’e'e’….miliknya mbah Dharmo) : Setuju……!!!
7 Desember 2007 at 12:28
i miss u guys….
10 Desember 2007 at 09:55
i miss u to…
18 Desember 2007 at 03:20
Aku jg bs kok nulis i miss u