alkisah di suatu ruangan
kupukupu: mau kemana nur?
nurani: pergi
kupukupu: kenapa pergi?
nurani: soekarno-hatta & i gusti ngurah rai kan sudah datang sama teman-temannya, jadi sudah nggak ada tempat buatku
kupukupu: tapi aku masih butuh kamu!
nurani: tapi kamu juga butuh rumah, mobil, makanan lezat dan bergizi….
kupukupu: nggak! aku sudah punya mess untuk tidur, angkot untuk jalan-jalan, dan makan lezat dan bergizi di restoran mewah bareng auditee & rekanan
nurani: tapi kamu juga ingin N81, iPod touch, kemeja crocodile, jeans levi’s, sepatu edward forrer
kupukupu: nggak! aku telepon mama pake ZTE, dengerin u2 pake Sun, ngantor pake bikinan rahayu taylor, & sepatu cibaduyut (aku cintca protduk2 endonesia)
nurani: tapi kamu pengen video call ama mama kamu, dengar lebih jelas & lihat u2, tampil KEREN….
kupukupu: ….
nurani: iya kan!?
kupukupu: tapi kamu diam saja waktu mereka datang
nurani: aku sudah teriak, tapi kamu lebih suka dengar nyanyian mereka yang lebih merdu
kupukupu: tapi mereka datang karena aku berhak mereka datangi!
nurani: kenapa?
kupukupu: capek tau! kerja gini nggak gampang, waktu yang kubuang nggak sebentar, tenaga habis terkuras
nurani: 4 juta sebulan kurang?
kupukupu: tambahan uang lelah nur
nurani: itu tupoksi
kupukupu: so?
nurani: so kamu nggak boleh dapat, peraturan itu dibaca bukan ditidurin
kupukupu: eee… uang transport
nurani: o
kupukupu: it’s ok kan
nurani: kalo yg dari auditee & rekanan?
kupukupu: yang mana?
nurani: yang tebal
kupukupu: itu penyambung silaturahim
nurani: itu gratifikasi
kupukupu: itu bukan karena jabatan, itu karena kita saudara sebangsa
nurani: kamu pikir auditee & rekanan itu anggap kamu saudara?
kupukupu: YA
nurani: pembohong
kupukupu: ….
nurani: kamu nggak pernah berpikir gitu kan?
kupukupu: tapi ini demi kebaikan semua, auditee jadi nggak terganggu kerjanya, rekanan juga ada order sehingga anak buah mereka nggak jadi pengangguran, penerimaan pajak negara tambah besar, bos juga nggak akan ngamuk
nurani: yup, kamu benar, nikmati “kebaikan” itu, rasakan itu teman, telan “kebaikan” itu, trus gigimu akan kuning & kropos, mulut sariawan, amandel muncul di tenggorokanmu, lambungmu akan nyeri dan maagmu kumat, ususmu akan buntu dan menjadi tempat bersarang cacing pita & salmonella typhosa, saripati “kebaikan” itu akan diserap ususmu dan diedarkan oleh darah ke seluruh tubuhmu, membuat sel-sel darah putih kamu bermutasi dan kamu akan kena leukimia, mengalir sampai ke jantung dan memupuk bibit2 stroke dan jantung koroner, masuk juga ke liver dan memberimu hepatitis, mengkristal menjadi batu di ginjal, mengendap menjadi sel kanker di prostat, mungkin berakhir menjadi ambeien
penulis: (Ampun ya Allah….. Ampun, hidarkan hamba dari pedihnya azab-Mu dan panasnya neraka-Mu)
kupukupu: kamu kan nurani, doanya jelek betul
nurani: maaf, semoga Tuhan menghalalkan makan yang kamu makan, rumah yang kamu tinggali, baju yang kamu pakai, jodoh yang kamu nikahi, Amin
kupukupu: makasih doanya dan aku juga sama2 minta maaf
nurani: cuma itu?
kupukupu: mau kamu apa?
nurani: mampu kamu apa?
kupukupu: kembalikan mereka? gak mungkin! gimana mekanismenya, ruwet! apa kata teman-temanku nanti, bisa-bisa aku dikucilkan, grounded!
nurani: terserah, kamu sudah dewasa, tau mana yang benar dan terbaik buat kamu
kupukupu: sok suci
nurani: mungkin, namanya juga nurani, tambahin aja munafik, sok alim, idealis, apapun, tapi kamu tau kalo aku bener
kupukupu: nggak realistis, ini jaman edan
nurani: pemenang memberi jawaban & tindakan, pecundang memberi alasan
kupukupu: dan nurani memberi?
nurani: kebenaran
kupukupu: gimana aku tau klo itu kebenaran?
nurani: tanya saja aku, mau tanya siapa lagi? Roqib atau Atid? mereka berdua nggak akan menjawab, mereka hanya mencatat
kupukupu: ….
nurani: aku paham teman, memang susah menolak kehadiran mereka
kupukupu: tapi….
nurani: perdebatan tanpa akhir, selamat tinggal teman
kupukupu: kamu benar2 akan pergi?
nurani: ya, tapi tidak untuk selamanya
kupukupu: jadi kita masih akan ketemu kan?
nurani: tentu, kamu tau kan dimana aku
kupukupu: kapan?
nurani: setiap saat, tenang saja
kupukupu: temanku, biarkan aku menangis dan memelukmu agar kau tak pergi
nurani: ….

<>